Kamis, 24 Agustus 2017

Kisah Mengharukan Seorang Kakek Jual Daun Rp. 500,-. Ini dia Kisahnya



Usianya yang sudah tua tidak membuat kakek penjual daun singkong ini bermalas-malasan. Meski harus menempuh jarak belasan kilometer namun hal itu tidak membuat kakek ini berhenti untuk mencari nafkah.

Dilansir dari laman Tribunnews, kisah kakek ini dibagikan oleh akun Facebook Fitri Ainul. Fitri yang kagum dengan kegigihan sosok kakek itu memposting dua buah foto dan beberapa keterangan.

Diceritakan oleh Fitri Kakek tersebut berjalan kaki dari Gunung Kawi menuju Klayatan Malang sambil menarik gerobaknya. Dia pun mengaku tidak capek karena sudah biasa melakoni hal tersebut.

Walaupun tidak mendapat untung yang besar namun itu tidak membuatnya sedih atau berhenti mencari nafkah. Bahkan kakek tersebut selalu tersenyum setiap melayani pembelinya. Jika sudah larut malam dan dagangannya masih cukup banyak kakek tersebut sering memberi bonus kepada pembeli.

Bukan hanya itu, dia pun tidak mengambil untung besar dari dagangannya itu. Hal itu dikarenakan kakek tersebut menjual satu ikat singkong seharga RP 500.

"buat dulur....dulur yg liat mbah ini mohon di bantu beli dagangannya murah kok daun singkongnya waktu saya beli harganya Rp. 500,- seikat itu masih di bonusin dan mbahnya juga baik." tulis Fitri.

Padahal jika di pasar tradisonal ataupun pasar modern satu ikat daun singkong bisa dihargai RP 1000 hingga Rp 5000 perikatnya. Kerja keras dan kebaikan kakek ini pun mendapatkan tanggapan dari banyak netizen, berikut komentarnya.

Faruq D'tahu-lontonk : Mbah itu tau caranya menikmati hidup, mugi Gusti Allah maringi mbah e kesehatan ambi kebahagiaan.

Novia Wulansari : mugi2 laris banyak rejeki n sehat ngge mbahh... semangat mbah... Ogiv Oripmav : mbahnya itu gak minta dikasihani , jangan ngasih duit nanti beliau malah tersinggung , borong saja dagangannya itu sudah cukup. (Source: Tribunnews)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kisah Mengharukan Seorang Kakek Jual Daun Rp. 500,-. Ini dia Kisahnya

0 komentar:

Posting Komentar